Friday, July 10, 2026

Timor Leste Flag

 Timor Leste Flag

Bandeira Timor Leste.




Origem Cronológica
  • 28 de Novembro de 1975:  A bandeira é hasteada pela primeira vez com a proclamação da República Democrática de Timor-Leste. O seu desenho foi fortemente inspirado nas cores da FRETILIN, partido que liderava o processo de libertação. 
  • 1975 – 1999 (Ocupação Indonésia): Apenas nove dias após a proclamação, a Indonésia invadiu o país. Durante os 24 anos de ocupação ilegal, o uso desta bandeira foi proibido em território timorense, tornando-se o principal símbolo de resistência na clandestinidade.
  • 1998 – 2002 (Transição da ONU): Para unificar as diferentes frentes políticas durante o referendo, o Conselho Nacional da Resistência Timorense (CNRT) utilizou uma bandeira alternativa temporária, baseada nas cores das FALINTIL. 
  • 20 de Maio de 2002: Com o fim da administração transitória da ONU, o país recuperou a soberania. A constituição oficializou permanentemente o modelo original de 1975. 
Significado Oficial das Cores e Símbolos
Conforme definido no Artigo 15.º da Constituição da República, cada elemento geométrico e cor carrega um significado histórico profundo: 
  • Vermelho: Representa o sangue derramado pelo povo e a luta convicta pela libertação nacional.
  • Amarelo: Simboliza os rastros e as marcas deixadas pelo colonialismo português na história do país.
  • Preto: Representa o obscurantismo e as forças que precisavam de ser vencidas para alcançar o progresso.
  • Estrela Branca: Localizada no centro do triângulo preto, simboliza a paz e a luz que guia o povo rumo ao futuro.


Thursday, May 21, 2026

Resep Kue Nagasari Pisang Tepung Beras Legit dan Lembut

 

Resep Kue Nagasari Pisang Tepung Beras Legit dan Lembut



Kue nagasari atau sering disebut kue pisang adalah  jajanan pasar legendaris  yang  terbuat dari tepung beras dengan isian pisang yang legit dan manis. 

Kue nagasari memiliki tekstur yang lembut, aromanya sangat harum karena ditambahkan daun pandan dan dibungkus daun pisang. 

Kalau kamu ingin bikin kue nagasari sendiri di rumah. Kamu bisa ikuti resep kue nagasari ala Baking World, dijamin rasanya lembut legit dan enak. Simak resepnya, yuk!

Bahan :

  • 500 gr tepung beras
  • 3 gr garam
  • 3 lembar daun pandan,
  • 170 gr gula pasir
  • 2 liter santan kelapa
  • 12 buah pisang kepok
  • Daun pisang, potong 20x20 cm untuk bungkus





 Cara Membuat Kue Nagasari: 
  1. Kukus pisang kapok, angkat dan dinginkan. Potong pisang menyerong 1 cm, sisihkan.
  2. Ambil setengah bagian santan, lalu aduk dengan tepung beras hingga larut.
  3. Kemudian panaskan sisa santan dalam panci bersama gula pasir, daun pandan dan garam hingga panas dan tercampur rata.
  4. Tuangkan larutan tepung beras, lalu aduk-aduk hingga menjadi adonan yang kental dan mendidih, matikan api.
  5. Ambil selembar daun pisang, lalu olesi sedikit minyak di bagian tengahnya.
  6. Kemudian taruh 1 sendok makan penuh adonan tepung beras di bagian tengah pada selembar daun pisang tersebut, ratakan adonan.
  7. Selanjutnya taruh sepotong pisang kukus di tengah adonan tepung yang sudah diratakan, lalu beri sedikit adonan di atasnya.
  8. Kemudian gulung dan lipat kedua ujung daun pisang hingga adonan tertutup rapi, lakukan berulang sampai adonan habis.
  9. Setelah semua adonan dibungkus daun pisang, susun di dalam kukusan yang sudah dipanaskan dan kukus selama 25 - 30 menit.Setelah kue nagasari matang, angkat dan dinginkan.
  10. Kue Nagasari Pisang siap disajikan
Terimah kasih..
selamat mencoba.


Thursday, April 16, 2026

Domingos Pereira kepala tukang di NTT


Siapa Sesungguhnya Dominggos Pereira kepala tukang NTT

Dan kaitannya dengan Katedral Santa Maria Imakulata Atambua.




Dominggos Pereira dikenal sebagai tokoh yang memimpin tenaga kerja lokal (kepala tukang) dalam pembangunan fisik awal gereja katedral di wilayah Timor, termasuk keterlibatannya dalam konstruksi yang melibatkan keahlian pertukangan kayu dan batu di masa misionaris Jesuit.
Dominggos Pereira Berasal dari keluarga bangsawan Ua Abe , Atara Atsabe di penjarah oleh Portugis di Atauru bersama bapaknya karena melawan dan tidak tunduk kepada kerajaan bentukan Portugis di Atsabe dan melarikan diri dari Atauru ke Alor dengan menggunakan buah kelapa.
Meskipun catatan arsitektural resmi sering kali menonjolkan para misionaris seperti Mgr. Luypen (yang memberkati bangunan tersebut pada tahun 1921), peran tokoh lokal seperti Dominggos Pereira sangat krusial dalam mewujudkan desain basilika tersebut menggunakan sumber daya dan tenaga kerja setempat.
Poin Penting Terkait 
Dominggos Pereira
:
  • Peran Strategis:
  •  Bertanggung jawab mengoordinasikan para tukang batu dan kayu dalam proyek-proyek bangunan gereja di masa kolonial dan awal kemerdekaan.
  • Keahlian:
  •  Memiliki pengaruh besar dalam mendidik tenaga kerja lokal terampil di NTT, khususnya di wilayah Belu (Atambua).
  • Konteks Sejarah: 
  • Namanya sering muncul dalam catatan sejarah lokal sebagai sosok "tangan kanan" para misionaris dalam urusan pembangunan infrastruktur gerejawi.

Arsip pembangunan  mencatat bahwa bangunan ini merupakan salah satu peninggalan bersejarah dari era misionaris Jesuit (SJ) di Timor Barat
Tahun Pembangunan & Pemberkatan:
  •  Pembangunan dimulai pada awal abad ke-20 dan gedung gereja ini resmi diberkati pada 21 Juli 1921 oleh Mgr. Edmundus Sybrandus Luypen, SJ (Vikaris Apostolik Batavia saat itu).
  • Peran Tokoh Lokal (
    Dominggos Pereira
    ):
  •  Dalam tradisi lisan dan catatan lokal di Atambua, Dominggos Pereira dikenal sebagai Kepala Tukang atau pemimpin tenaga kerja lokal. Ia memimpin para tukang batu dan kayu asal Timor untuk menerjemahkan desain arsitektur basilika yang dibawa oleh para misionaris menjadi bangunan fisik yang kokoh.



  • Gaya Arsitektur:
  •  Katedral ini menggunakan gaya Basilika, yang dicirikan dengan lorong panjang (nave) dan langit-langit tinggi, mencerminkan pengaruh arsitektur gereja Eropa yang disesuaikan dengan material lokal pada masa itu.
  • Konteks Sejarah:
  •  Wilayah Atambua merupakan pusat misi Jesuit sebelum diserahkan kepada misionaris SVD (Societas Verbi Divini). Arsip sejarah Keuskupan Atambua mencatat bahwa katedral ini sempat menjadi titik penting pelayanan iman bagi masyarakat di perbatasan Timor Leste (saat itu Timor Portugis) dan Timor Barat.
  • Renovasi: 
  • Meskipun struktur aslinya berasal dari tahun 1921, katedral ini telah melalui beberapa kali pemugaran untuk memperluas kapasitas umat namun tetap mempertahankan fasad depan yang menjadi ikon kota Atambua.
Arsip-arsip lebih mendalam mengenai korespondensi misionaris terkait pembangunan ini biasanya disimpan di Arsip Keuskupan Atambua atau di Arsip Serikat Jesus (Jesuit) di Jakarta/Belanda.

Berikut adalah informasi mengenai pastor-pastor awal dan dokumentasi sejarah :
1. Misionaris dan Pastor Awal
Pembangunan dan pelayanan awal di Katedral Atambua tidak lepas dari transisi antara dua ordo besar, yaitu Serikat Jesus (Jesuit/SJ) dan Serikat Sabda Allah (SVD).
  • Mgr. Edmundus Sybrandus Luypen, SJ
    : Beliau adalah Vikaris Apostolik Batavia yang secara resmi memberkati Gereja Katedral Atambua pada 21 Juli 1921.
  • Misionaris Jesuit (SJ): Merupakan perintis awal misi di wilayah Belu (termasuk Atambua dan Lahurus) sebelum tahun 1920-an.
  • Misionaris SVD: Sejak tahun 1913, misi di wilayah Sunda Kecil (termasuk Timor Barat) mulai diserahkan dari Jesuit ke SVD. Pastor-pastor SVD inilah yang kemudian mengembangkan paroki ini menjadi pusat Keuskupan. Nama-nama seperti 
    P. Johannes van der Kooij
     tercatat aktif melayani di wilayah Timor pada periode awal 1920-an.
  • Mgr. Theodorus van den Tillaart, SVD
    : Beliau tercatat sebagai Uskup pertama Atambua (ketika statusnya ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik pada 1952 dan kemudian Keuskupan pada 1961), yang memperkuat kedudukan Katedral ini sebagai pusat pelayanan iman di Timor Barat.
2. Foto dan Arsip Sejarah

Foto lama Katedral Atambua menampilkan arsitektur asli bergaya basilika dengan ciri khas jendela kaca patri dan struktur bangunan yang kokoh dari kayu dan batu hasil karya 
Dominggos Pereira
 dan timnya.
  • Akses Foto: Foto-foto fisik dari masa pembangunan (sekitar 1920-an) umumnya tersimpan di Arsip Keuskupan Atambua atau dapat ditemukan dalam buku peringatan seperti Sejarah Gereja Katolik Indonesia.(hanya boleh di lihat)
  • Ciri Khas Bangunan Lama: Gedung katedral awal memiliki desain memanjang dengan interior yang dihiasi kaca berwarna, memberikan pencahayaan alami yang indah di siang hari—sebuah ciri yang masih dipertahankan hingga sekarang. 

Dominggos Pereira, sang kepala tukang legendaris pembangunan Katedral Atambua, wafat dan dimakamkan di . (data akan kami update setelah konfirmasi ke keluarga yanfg ada di Atambua.)

Berdasarkan tradisi lisan dan sejarah lokal Keuskupan Atambua:
  • Tempat Peristirahatan Terakhir: 
  • Sebagai sosok yang sangat dihormati oleh gereja dan masyarakat Belu, ia dimakamkan di wilayah Atambua. Makamnya sering dikaitkan dengan kedekatan lokasinya terhadap karya-karya monumental yang ia bangun.
  • Warisannya: 
  • Meskipun tanggal pasti wafatnya tidak selalu tercatat secara publik dalam arsip daring umum, namanya abadi dalam sejarah pembangunan fisik Gereja Katolik di Timor Barat. Beliau merupakan sosok dibalik kekokohan struktur batu dan kayu pada gedung lama Katedral Santa Maria Imakulata yang diresmikan tahun 1921.
  • Penghormatan: 
  • Perannya sebagai "tangan kanan" para misionaris Jesuit dan SVD menjadikannya tokoh kunci dalam sejarah arsitektur religi di NTT, membuktikan keahlian tukang-tukang lokal Timor dalam membangun gedung bergaya Eropa (basilika).







Salam Kompak dari Timor Leste.
Luis Lekibau De Araujo.
Ua Abe Soroleque.

Timor Leste Flag

 Timor Leste Flag Bandeira Timor Leste. Origem Cronológica 28 de Novembro de 1975:    A bandeira é hasteada pela primeira vez com a proclama...